Menjelajah Petungkriyono: ‘The Little Amazon of Java’ yang Menyimpan Surga Tersembunyi di Kota Santri

Menjelajah Petungkriyono: ‘The Little Amazon of Java’ yang Menyimpan Surga Tersembunyi di Kota Santri

JURNALPEKALONGAN.ONLINE, PETUNGKRIYONO – Tersembunyi di balik benteng perbukitan dataran tinggi di sisi selatan Kabupaten Pekalongan, terdapat sebuah wilayah yang kerap dijuluki sebagai The Little Amazon of Java. Tempat itu adalah Kecamatan Petungkriyono.

Bagi masyarakat Pekalongan Raya dan para pencinta alam, Petungkriyono bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah oasis hijau. Wilayah ini menjadi salah satu dari sedikit kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Pulau Jawa yang ekosistemnya masih terjaga utuh dan alami.

Menjelajah Paru-Paru Jawa di Kota Santri

Memasuki gerbang Petungkriyono, pelancong langsung disambut oleh penurunan suhu udara yang drastis dan kabut tipis yang kerap turun mendadak. Kontur jalannya yang berkelok-kelok membelah hutan lebat, memberikan sensasi petualangan yang mendebarkan sekaligus menenangkan.

Kecamatan ini memiliki luas wilayah sekitar 73,59 kilometer persegi dan berada di ketinggian antara 600 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena topografinya yang berbukit-bukit, wilayah ini dianugerahi puluhan air terjun (curug) eksotis, sungai berair jernih, serta pemandangan hijau sejauh mata memandang.

Surga Ekowisata dan Flora-Fauna Langka

Daya tarik utama Petungkriyono terletak pada statusnya sebagai kawasan Ekowisata (Ecofriendly Tourism). Pemerintah daerah bersama masyarakat adat setempat berkomitmen menjaga kelestarian hutan demi melindungi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Hutan Petungkriyono merupakan rumah aman bagi beberapa satwa langka yang dilindungi, di antaranya:

  • Owa Jawa (Hylobates moloch): Primata endemik Jawa berbulu abu-abu tanpa ekor yang suaranya sering terdengar bersahut-sahutan di pagi hari.
  • Elang Jawa (Nisaetus bartelsi): Burung garuda pemangsa yang gagah di langit Pekalongan.
  • Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas): Predator puncak yang menjadi bukti bahwa rantai makanan di hutan ini masih sangat sehat.

Bagi para penikmat wisata air dan petualangan, Petungkriyono menyediakan daftar destinasi yang seolah tidak ada habisnya untuk dieksplorasi.

Destinasi PopulerAktivitas UtamaKeunggulan
Black CanyonBody Rafting, BerenangTebing batu hitam eksotis dengan air sungai yang super jernih kebiruan.
Curug BajingFotografi, TrackingAir terjun megah bertingkat dengan ketinggian sekitar 70 meter di lereng Gunung Rogojembangan.
Puncak HanomanPendakian (Hiking)Menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) dari atas awan.
Welo AsriRiver Tubing, SantaiAliran sungai yang bersahabat untuk rekreasi keluarga di tengah hutan pinus.

Kopi Petung dan Kearifan Lokal

Petualangan di Petungkriyono tidak akan lengkap tanpa mencicipi komoditas unggulan lokalnya: Kopi Petung. Berkat tanah vulkanis yang subur, kopi jenis Robusta dan Arabika dari daerah ini memiliki cita rasa khas yang pekat dengan aroma alam yang kuat. Menyeruput kopi hangat di tengah kepungan udara dingin Petungkriyono adalah pengalaman magis tersendiri.

Masyarakat setempat juga memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga hutan. Mereka menyadari bahwa kelestarian hutan hujan tropis ini adalah kunci pasokan air bagi wilayah di bawahnya, termasuk Kota dan Kabupaten Pekalongan secara keseluruhan.

Bagi Anda yang penat dengan hiruk-pikuk perkotaan, berlibur ke Petungkriyono adalah cara terbaik untuk memulihkan jiwa (healing) sekaligus belajar mencintai alam secara lebih dekat.

(Reporter Jurnal Pekalongan)

Post Comment

You May Have Missed