Menengok Kiprah UIN Gusdur Pekalongan, Episentrum Baru Sains dan Islam di Jawa Tengah

Menengok Kiprah UIN Gusdur Pekalongan, Episentrum Baru Sains dan Islam di Jawa Tengah

JURNALPEKALONGAN.ONLINE, KAJEN – Peta pendidikan tinggi di eks-Karesidenan Pekalongan mengalami lompatan sejarah yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Episentrum keilmuan Islam dan sains itu kini tertuju pada Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, atau yang jauh lebih akrab di telinga masyarakat sebagai UIN Gusdur.

Bukan sekadar kampus biasa, UIN Gusdur kini telah bertransformasi menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) teras di Jawa Tengah, sekaligus menjadi kebanggaan utama warga Kota Santri.

Dari STAIN Menuju Universitas: Sebuah Metamorfosis Panjang

Perjalanan UIN Gusdur tidak diraih dalam semalam. Kampus ini memiliki rekam jejak historis yang panjang dan dinamis:

  • Era Awal: Bermula dari status kelas jauh Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang di Pekalongan, yang kemudian mandiri menjadi STAIN Pekalongan pada tahun 1997. Saat itu, aktivitas kampus masih berpusat di Jalan Kusuma Bangsa, Panjang, Kota Pekalongan (Kampus I).
  • Era IAIN (2016): Seiring melonjaknya jumlah mahasiswa, STAIN resmi naik status menjadi IAIN Pekalongan. Di era inilah ekspansi besar-besaran dimulai dengan pembangunan Kampus II yang megah di Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
  • Era UIN (2022 – Sekarang): Melalui Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 86 Tahun 2022, institusi ini resmi bertransformasi menjadi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Penamaan “Gus Dur” bukan tanpa alasan. Kampus ini berkomitmen mengadopsi dan mengimplementasikan nilai-nilai pemikiran humanisme, inklusivitas, kepemimpinan, dan pluralisme yang selama ini melekat pada sosok Presiden RI ke-4 tersebut.

Integrasi Ilmu: Hadirnya Fakultas Sains dan Teknologi

Jika dulu kampus keagamaan dinilai hanya fokus pada studi fikih, ushuluddin, atau tarbiyah, UIN Gusdur mendobrak sekat tersebut. Sejalan dengan status universitas, lompatan besar terus dilakukan dengan membuka rumpun ilmu umum.

UIN Gusdur kini resmi memiliki Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang melengkapi fakultas-fakultas yang sudah mapan sebelumnya. Langkah integrasi ilmu (spirit menyatukan sains dan agama) ini membuat pilihan program studi bagi calon mahasiswa baru di Pekalongan Raya semakin kaya dan relevan dengan kebutuhan industri modern.

Saat ini, UIN Gusdur menaungi beberapa fakultas unggulan:

  1. FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
  2. FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan)
  3. FASYA (Fakultas Syariah)
  4. FUAD (Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah)
  5. FST (Fakultas Sains dan Teknologi)
  6. Pascasarjana (Magister & Doktor)

Kampus Hijau dan Magnet Ekonomi Baru di Kajen

Berdirinya Kampus II UIN Gusdur di Rowolaku, Kajen, membawa dampak berantai (multiplier effect) yang luar biasa. Wilayah yang dulunya sepi, kini menjelma menjadi pusat ekonomi baru yang padat.

Ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air—bahkan luar Jawa—datang dan menetap di Kajen. Sektor kos-kosan, kuliner, hingga jasa transportasi di sekitar kampus tumbuh subur. Secara arsitektur, kampus Kajen ini didesain modern, ramah lingkungan (green campus), dan dilengkapi dengan fasilitas olahraga serta gedung perkuliahan berbasis teknologi.

Nilai Utama Kampus: UIN Gusdur berhasil mengawinkan tradisi intelektual pesantren khas Pekalongan dengan moderasi beragama dan kemajuan teknologi. Menjadikannya benteng moral sekaligus motor penggerak SDM unggul di Jawa Tengah.

Bagi lulusan SMA/SMK/MA di wilayah Pekalongan, Batang, Pemalang, dan sekitarnya, UIN Gusdur kini bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan tujuan utama untuk merajut masa depan.

(Reporter Jurnal Pekalongan)

Post Comment

You May Have Missed