KH. Tajudin Shorih Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum MUI Kabupaten Pekalongan

KH. Tajudin Shorih Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum MUI Kabupaten Pekalongan

JURNALPEKALONGAN.ONLINE, KAJEN – Dinamika kepemimpinan ulama di Kabupaten Pekalongan resmi memasuki babak baru. Melalui gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VIII, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan secara mufakat menetapkan KH Tajudin Shorih sebagai Ketua Umum terpilih untuk masa khidmat lima tahun ke depan.

Kiai Tajudin resmi menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh mendiang KH Albari. Agenda besar para ulama Kota Santri ini berlangsung khidmat di Aula lantai 1 Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan.

Musyawarah Mufakat Tim Formatur

Proses suksesi kepemimpinan dalam Musda VIII ini berjalan sangat sejuk dan mencerminkan nilai-nilai kepesantrenan. Pemilihan ketua umum tidak dilakukan melalui jalur pemungutan suara terbuka, melainkan diserahkan penuh kepada tim formatur yang berisi keterwakilan para ulama dan ormas Islam di Kabupaten Pekalongan.

Dari hasil musyawarah tersebut, tim formatur menyepakati mandat nakhoda baru MUI Kabupaten Pekalongan diberikan kepada KH Tajudin Shorih. Sementara itu, posisi Sekretaris Umum kini diamanahkan kepada KH Muhammad Mirwan.

Ketua Panitia Musda VIII MUI Kabupaten Pekalongan, KH Farid Akhwan, menjelaskan bahwa selain melakukan regenerasi struktur kepengurusan, forum tertinggi tingkat daerah ini juga merumuskan berbagai agenda strategis organisasi.

“Alhamdulillah, selain menetapkan KH Tajudin Shorih sebagai Ketua Umum, Musda kali ini juga sukses menyusun garis besar program kerja untuk satu periode ke depan, serta melahirkan sejumlah rekomendasi penting, baik untuk internal organisasi maupun kemaslahatan masyarakat luas,” ujar KH Farid Akhwan.

Harapan Pemerintah Daerah terhadap Peran Ulama

Langkah estafet kepemimpinan di tubuh MUI ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak eksekutif. Mewakili Bupati Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata yang selama ini telah diberikan oleh MUI.

Pemerintah daerah berharap, di bawah kepemimpinan KH Tajudin Shorih, sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama di Kabupaten Pekalongan dapat semakin diperketat demi menjaga kondusivitas daerah.

“MUI memiliki peran vital sebagai jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan umat. Kami berharap kepengurusan yang baru ini dapat terus mengawal moderasi beragama, membimbing masyarakat, serta bersama-sama pemerintah daerah menyukseskan berbagai program pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” pungkas Wiryo.

(Reporter Jurnal Pekalongan)

Post Comment

You May Have Missed